English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified twitterfacebookgoogle plusrss feedemail

Korupsi jangan dijadikan budaya! Pilih pemimpin yang cinta rakyat, bukan cinta kekuasaan! Bagian Iklan Hubungi (021)27101381 - 081385386583


Dukung dan Coblos Drs.H. Thamrin Usman, MSi. Caleg No.2 Partai Hanura DPRD Kota Bekasi dapil Bekasi 1, Kec. Bekasi Timur, Hotline Dukungan: (021)271.01.381 - (021)606.36235, Hotline: 08787.882.1248 - 081.385.386.583

Minggu, 01 Februari 2009

Yasmin Muntaz, caleg DPR RI PAN dapil Kota dan Kabupaten Tangerang nomor urut 4

Yasmin Muntaz Melawan Arus

Jakarta - profiltokohkita.com
Ide affirmative action atau zipper system bertujuan untuk menyelamatkan peran politik perempuan di Senayan. Banyak aktivis perempuan berjuang agar ide ini terwujud. Namun beda dengan Yasmin Muntaz, caleg DPR RI PAN dapil Kota dan Kabupaten Tangerang nomor urut 4. Dia memilih melawan arus.


Yasmin mengaku sama sekali bukan tidak senang jika jumlah perempuan di DPR bertambah (dari sekitar 11% sekarang, menjadi 30%). "Tapi, menurut saya di atas ribut-ribut soal keterwakilan perempuan sebesar 30% di DPR, sebenarnya, yang penting,anggota DPR itu haruslah orang-orang yang berkualitas,baik laki-laki maupun perempuan," kata Yasmin, Minggu (1/2/2009).

"Buat apa 30%, kalau tidak berkualitas? Alias hanya mengejar kuantitassemata, bukan kualitas," imbuh mantan presenter Anteve dan TransTV ini.

Menurut perempuan ayu ini, seharusnya kalau mau memperjuangkan perempuan ya dengan sistem nomor urut dan dengan sistem selang seling (setiap ada 3 caleg, 1 di antaranya haruslah seorang perempuan). "Kalau sekarang, setelah ditetapkan sistem suara terbanyak, jadinya serba tanggung dan membingungkan. Belum lagi potensi konflik di internal partai," pendapat perempuan keturunan Pakistan ini.

Yasmin juga tak habis pikir, bukankah perempuan sekarang sedang memperjuangkan kesetaraan lho kok malah minta diistimewakan?

Yasmin tahu idenya ini melawan arus yang berkembang di tengah kaumnya. "Namun meski berbeda dengan mayoritas, saya rasa, saya boleh dan berhak untuk berpendapat bukan?" ujar Yasmin yang juga menuliskan pendapatnya ini lewat facebooknya. (nrl/nik) 

Nurul Hidayati - detikPemilu 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BeritaTerkini